Jumat, 10 September 2010

   Tata Cara Perhitungan Rekening

Pembacaan Alat Ukur dan Pencatatan Meter
Cara Membaca Alat Ukur
Pencatatan Hasil Pembacaan Meter
Cara Menghitung Rekening Listrik

PEMBACAAN ALAT UKUR DAN PENCATATAN METER [ TOP ]

Seperti diketahui, pelanggan diwajibkan membayar atas pemakaian tenaga listrik setiap bulan. Untuk mengetahui besarnya pemakaian tenaga listrik dalam waktu 1 (satu) bulan itu, digunakan alat pengukur yang dipasang di lokasi pelanggan, akan tetapi kendati alat pengukur itu dipasang di lokasi pelanggan, umumnya pelanggan tidak tahu benar bagaimanakah cara membaca alat ukur tersebut.

Sesungguhnya, ada beberapa macam alat ukur yang dipasang yaitu : kWh-meter tarif tunggal, kWh-meter tarif ganda, kVArh-meter, kVA-max yang dipasang sesuai dengan kelompok dibawah ini :

[ Lihat Tabel Golongan Tarif dan Alat Ukur ]

Selain alat ukur di atas, ada pula peralatan bantu pengukuran yaitu : time switch, trafo arus dan trafo tegangan. Time switch itu dipasang pada pengukuran tarif ganda yang berfungsi untuk memindahkan register pengukuran dari LWBP (Luar Waktu Beban Puncak) ke WBP (Waktu Beban Puncak) dan sebaliknya. Sedangkan trafo arus dan trafo tegangan berfungsi membantu pengukuran pada pelanggan dengan daya besar (di atas 53.000 VA), karena adanya batas kemampuan meter dalam hal arus dan tegangan.

Dari kedua alat bantu itulah lantas kita mengenal adanya istilah rasio, yaitu perbandingan lilitan kumparan primer dan skunder, atau perbandingan nilai sebenarnya  (input) dengan nilai setelah melewati trafo (output).

 

CARA MEMBACA ALAT UKUR : [ TOP ]

Pada dasarnya, besar energi yang telah dipakai oleh pelanggan ditunjukkan dengan angka-angka (register) yang tertera pada alat ukur kWh meter. Jumlah pemakaian yang sebenarnya dihitung berdasarkan angka-angka yang tertera pada register sebelumnya (awal) yang dikurangkan terhadap angka-angka yang tertera pada register terakhir (akhir) atau dapat dinyatakan dengan rumus kWh = (selisih pembacaan meter kWh) x Faktor Meter.

[ Lihat Formula ]

Contoh :

A.      Pelanggan Tegangan Rendah (TR) yang tidak memerlukan CT (Pelanggan dengan tarif : S2, R1, R2, R3, B1)

[ Lihat Contoh ]

B.       Pelanggan Tegangan Rendah (TR) yang menggunakan CT (Pelanggan dengan daya di atas 53 kVA, pada tarif  S2, R3, B2)

[ Lihat Contoh ]

Jika Faktor meter pada CT adalah 10, maka pemakaian kWh nya sebesar 22.640 kWh

C.       Pelanggan TM dipasang kWh meter merk Fuji tipe FF23HTI, 100V 5A, 3 phasa 4 kawat, dengan :

[ Lihat Contoh ]

Catatan :

  1. Bila pada meter kWh tidak tercantum adanya faktor register (konstanta), maka faktor register dianggap = 1
  2. Untuk pengukuran tegangan rendah (TR), tidak ada rasio PT

D.      Pelanggan TM dipasang kWh meter merk Mecoindo tipe A6C1, 3 phasa 4 kawat, 25/5 A, P/S 20000/V3 / 100/V3, 50 Hz,  dengan :

[ Lihat Contoh ]

E.       Pembacaan pemakaian Energi reaktif

Cara pembacaan dan perhitungannya sama dengan pembacaan kWh meter

[ Lihat Formula ]

F.       Cara Pembacaan Daya Listrik

Pemakaian daya maksimum oleh pelanggan setiap bulannya

Meter jenis ini dipasang untuk mengetahui daya maksimum yang dipakai oleh pelanggan setiap bulannya.  Bila dipasang kW Max, maka hasil perhitungannya masih harus dibagi dengan faktor daya 0,85. Golongan pelanggan yang dipasangi alat ini adalah B-3, I-4, dan I-3 yang mempunyai tanur busur. KW max atau KVA max adalah dengan interval 15 menit . Yang dimaksudkan dengan istilah daya terukur maksimum dengan interval 15 menit adalah “Nilai daya terukur maksimum untuk setiap bulan sama dengan 4 (empat) kali nilai tertinggi dari kVA yang dipakai selama tiap 15 (lima belas) menit terus menerus dalam bulan tersebut.

Untuk saat ini kVA max yang terpasang kebayakan dari jenis yang menggunakan jarum penunjuk. Rumusnya dapat dituliskan :

[ Lihat Formula ]

Contoh :

Pelanggan Tanur Busur I-3 / TM, pengukuran TM, dipasang MW Max merk Enertec tipe A7A11 3 fasa 3 kawat, 50 Hz, 3x600 / 5 A, 3x20.000 / 100 V, dengan :

[ Lihat Contoh ]

PENCATATAN HASIL PEMBACAAN METER [ TOP ]

Pencatatan meter pada umumnya dilakukan oleh petugas dengan cara manual yaitu menuliskan hasil pembacaan kWh meter ke dalam lembaran yang disebut DPM (Daftar Pembacaan Meter). Saat ini sebagian besar pelanggan PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang telah menggunakan alat pencatat dalam bentuk komputer genggam yang disebut PDE (Personal Data Entry). Di dalam PDE tersimpan data pelanggan yang akan dibaca kWh meternya. Data Pelanggan tersebut antara lain
-          nama
-          alamat
-          nomor kontrak / nomor pelanggan
-          kode lokasi
-          besarnya daya tersambung
-          golongan tarif
-          rekaman pencatatan kWh meter bulan sebelumnya.

Setelah membaca angka-angka pemakaian kWh yang tertera pada kWh meter, petugas pencatat akan memasukkan / menginputkannya ke dalam PDE sesuai data pelanggan yang bersangkutan. PDE akan segera memproses dan menghitung besarnya rupiah rekening yang harus dibayar. Hasil proses dan perhitungan ini langsung tercetak dalam bentuk strook yang akan diserahkan petugas kepada pelanggan.

Karena proses pencatatan meter dilakukan satu persatu ,dari rumah ke rumah, maka kemungkinan terjadinya kesalahan masih bisa terjadi. Untuk itu sebaiknya pelanggan memeriksa strook yang diberikan petugas, atau memeriksa angka stand meter yang ada di alat pengukur kWh (kWh meter). Apabila pelanggan merasa terdapat kesalahan segera beritahu petugas PLN atau telepon ke kantor PLN agar dapat dilakukan koreksi.

CARA MENGHITUNG REKENING LISTRIK [ TOP ]

Rekening listrik, seperti diketahui, merupakan biaya yang wajib dibayar pelanggan setiap bulan. Ada beberapa komponen dalam menghitung rekening.

1.       Biaya Beban :

Adalah biaya yang besarnya tetap, dihitung berdasarkan daya kontrak.

2.       Biaya Pemakaian (kWh)

Adalah biaya pemakaian energi, dihitung berdasarkan jumlah pemakaian energi yang diukur dalam kWh. Untuk golongan tarif tertentu, pemakaian energi ini dipilah menjadi beberapa bagian.

a. Sistem 2 blok diterapkan pada :

Diterapkan pada :

[ Lihat Tabel ]

di mana WBP adalah Waktu Beban Puncak pada pukul 18.00 s/d 22.00 sedangkan LWBP adalah Luar Waktu Beban Puncak.

b. Sistem 3 blok

Diterapkan pada daya tersambung  1300 VA dan 2200 VA untuk tarif  S-2 dan R-1 dengan rincian :

-          Blok 1 untuk pemakaian 20 kWh pertama

-          Blok 2 untuk pemakaian 40 kWh berikutnya

-          Blok 3 untuk pemakaian kWh selanjutnya.

3.       Biaya Kelebihan kVARh :

  Adalah biaya yang dikenakan untuk pelanggan golongan tarif S-3, B-3, I-2, I-3, I-4, P-2, apabila jumlah   pemakaian kVARh yang tercatat dalam 1 (satu) bulan lebih tinggi dari 0.62 x jumlah kWh bulan yang   bersangkutan, sehingga faktor daya (Cos Q) rata-rata kurang dari 0.85.

4.       Biaya Pemakaian Trafo / Sewa Trafo :

      Adalah biaya yang dikenakan untuk pelanggan tertentu, yang tidak dapat menyediakan trafo sendiri.

5.       Pajak Penerangan Jalan (PPJ) :

      Adalah pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah (Pemda) berdasarkan Peraturan Daerah (Perda). Besarnya       pajak juga ditentukan oleh Perda. Komponen ini disetorkan ke Kas Pemda, dan masuk sebagai Pendapatan Asli       Daerah (PAD).

6.       Biaya Meterai :

      Besarnya sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini yaitu :

  1. Rp 3000 bila besarnya tagihan adalah Rp 250.000 s/d Rp 1.000.000
  2. Rp 6000 bila besarnya tagihan di atas Rp 1.000.000

Contoh Perhitungan Rekening Listrik :

PELANGGAN TARIF S-2, DAYA 900 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1755 dan yang dicatat bulan ini adalah 1980. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

PELANGGAN TARIF S-2, DAYA 2.200 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1200 dan yang dicatat bulan ini adalah 1750. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

 

PELANGGAN TARIF S-2, DAYA 3.500 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1253 dan yang dicatat bulan ini adalah 2128. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

PELANGGAN TARIF S-2, DAYA 41.500 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 3425 dan yang dicatat bulan ini adalah 13800. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

PELANGGAN TARIF S-3K, DAYA 279 KVA

[ Lihat Tabel ]

Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

PELANGGAN TARIF S-3K, DAYA 630 KVA

[ Lihat Tabel ]

Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

CONTOH PERHITUNGAN REKENING LISTRIK TARIF R

PELANGGAN TARIF R-1, DAYA 450 VA

Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1255 dan yang dicatat bulan ini adalah 1368. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

 

PELANGGAN TARIF R-1, DAYA 2.200 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1200 dan yang dicatat bulan ini adalah 1750. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]


PELANGGAN TARIF R-2, DAYA 3.500 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1253 dan yang dicatat bulan ini adalah 2128. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

PELANGGAN TARIF R-3, DAYA 7.700 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1500 dan yang dicatat bulan ini adalah 3425. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

CONTOH PERHITUNGAN REKENING LISTRIK TARIF B

PELANGGAN TARIF B-1, DAYA 900 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1255 dan yang dicatat bulan ini adalah 1480. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

PELANGGAN TARIF B-1, DAYA 2.200 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1200 dan yang dicatat bulan ini adalah 1750. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

PELANGGAN TARIF B-2, DAYA 6.600 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1200 dan yang dicatat bulan ini adalah 2850. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

PELANGGAN TARIF B-2, DAYA 41.500 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 22000 dan yang dicatat bulan ini adalah 32375. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

PELANGGAN TARIF B-3, DAYA 630 KVA

[ Lihat Tabel ]

Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]

CONTOH PERHITUNGAN REKENING LISTRIK TARIF I

PELANGGAN TARIF I-1, DAYA 900 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1255 dan yang dicatat bulan ini adalah 1480. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]


PELANGGAN TARIF I-1, DAYA 2.200 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1200 dan yang dicatat bulan ini adalah 1750. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]


PELANGGAN TARIF I-2, DAYA 82.500 VA

[ Lihat Tabel ]

Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]


PELANGGAN TARIF I-3, DAYA 630 KVA

[ Lihat Tabel ]

Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]


PELANGGAN TARIF P-1, DAYA 900 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1255 dan yang dicatat bulan ini adalah 1480. Maka rekening yang harus dibayar adalah

[ Lihat Tabel ]


PELANGGAN TARIF P-1, DAYA 2.200 VA
Stand meter yang dicatat bulan lalu adalah 1200 dan yang dicatat bulan ini adalah 1750. Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]


PELANGGAN TARIF P-1, DAYA 16.500 VA

[ Lihat Tabel ]


PELANGGAN TARIF P-2, DAYA 630 KVA

[ Lihat Tabel ]

Maka rekening yang harus dibayar adalah :

[ Lihat Tabel ]