Jumat, 22 Januari 2010 Konsumsi Listrik Jakarta Diperkirakan Tumbuh 4-5 Persen
Jakarta, 22/1 (ANTARA) - PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang memperkirakan pertumbuhan konsumsi listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya akan mencapai 4-5 persen pada 2010.
General Manager PLN Disjaya dan Tangerang Purnomo Willy saat peluncuran program Six Sigma untuk pembacaan meter di Area Pelayanan Menteng di Jakarta, Jumat mengatakan, tingkat pertumbuhan listrik tersebut lebih tinggi dibanding 2009 yang mencapai 2-3 persen.
"Kami perkirakan jumlah pelanggan baru akan bertambah 110.000 pada 2010 dari total pelanggan saat ini yang mencapai 3,5 juta," katanya.
Ia mengatakan, saat ini beban daya puncak di PLN Disjaya dan Tangerang pada 2009 tercatat mencapai 5.200 MW.
Menurut dia, pihaknya sudah mengajukan penambahan enam trafo berkapasitas 500 kV guna memperkuat sistem kelistrikan di gardu induk.
Ke enam trafo tersebut akan ditempatkan di Gardu Induk Kembangan dan Cawang masing-masing satu dan Duri Kosambi dan Plumpang masing-masing dua.
Purnomo menambahkan, pada 2010 tingkat susut (losses) daya di wilayahnya ditargetkan turun menjadi 7,8 persen dari 2009 yang masih 8,8 persen.
"Berarti `losses` turun satu persen atau setara dengan penghematan senilai Rp200 miliar," ujarnya.
Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan penertiban listrik ilegal, memasang meteran dengan akurasi yang lebih baik, dan melakukan penyuluhan tertib listrik ke masyarakat guna menurunkan susut daya.
Sampai sekarang kontribusi penurunan susut terbesar berasal dari penertiban listrik ilegal yakni 60-70 persen dari total "losses".
Purnomo mengatakan, fungsi pembacaan meter memegang peranan penting bagi persepsi masyarakat terhadap pelayanan PLN. "Keluhan pelanggan atas kesalahan pembacaan meter akan berpengaruh terhadap citra PLN," katanya.
Menurut dia, dengan jumlah pelanggan di Area Pelayanan Menteng yang mencapai 83.000 dan pendapatan rata-rata mencapai Rp200 miliar per bulan, penerapan Six Sigma dalam pembacaan meter, menjadi penting.
Six Sigma adalah alat manajemen guna menurunkan kesalahan akibat pembacaan meter. Dengan penerapan Six Sigma, maka diharapkan akurasi pembacaan meter akurasi semakin meningkat.
"Sehingga, citra dan sekaligus pendapatan PLN akan semakin baik," ujar Purnomo.
Sumber : antaranews.com
|
|