Jumat, 10 September 2010

    Agenda PLN
Minggu, 17 Desember 2006
Sampoerna Hijau Liga Bola Voli

Indramayu, Kompas - Pertarungan ketat selama lima set ditutup dengan enam kali deuce di set terakhir menjadi akhir perjalanan tim putri Petrogres di Sampoerna Hijau Liga Bola Voli (Livoli) 2006. Sang juara bertahan tersingkir secara menyakitkan dari Popsivo Jakarta, 23-25, 25-27, 25-15, 25-21, 18-20, pada babak semifinal di GOR Singalodra, Indramayu, Sabtu (16/12).

"Target kami sebenarnya hanya mempertahankan posisi kelima, ternyata malah bisa masuk final. Materi kami terbatas dan banyak pemain sudah senior, tetapi mereka punya tekad kuat untuk menang," ujar Pelatih Popsivo, Sarmili.

Popsivo merebut dua set pertama dengan kemenangan tipis, dan selisih angka kedua tim tak pernah lebih dari tiga poin. Di set ketiga, kondisi fisik tim yang diperkuat mantan pemain nasional Engel Berta Kaize dan setter Rita Kurniati ini mulai merosot dan tertinggal jauh dari lawannya yang dihuni skuad muda.

Petroges melaju semakin nyaman dan terus memimpin perburuan angka di set keempat sehingga berada di atas angin saat memasuki set terakhir. Namun, kemenangan ternyata tak mudah diraih. Unggul lebih dulu, 4-2, peraihan angka Petrogres sempat terhenti dan terkejar, 4-8.

Tim yang dimotori mantan pemain nasional Dwi Sari Iswaningsih dan Wenny Evitasari ini mengejar satu demi satu sehingga lebih dulu mencapai match point, 14-13. Drama kejar-mengejar angka pun dimulai dengan enam kali deuce, tiga untuk masing-masing tim. Popsivo akhirnya maju ke final setelah smes Ratna Indah Yuliani, spiker Petrogres yang pemain terbaik Livoli 2005, menyangkut di net.

"Kerja sama pemain muda dan senior agak menurun di set terakhir. Mungkin banyak yang tegang sehingga bermain tak lepas," ujar Dwi Sari.

Di final, Popsivo ditantang tim Mabes TNI yang menang atas tim PLN, 3-0 (25-17, 25-23, 25-19). Dengan tambahan dua spiker andal Yokbeth Kapasiang dan Devota Rahawarin yang baru menyelesaikan pendidikan militernya tahun ini, tim Mabes TNI tak mampu dibendung PLN yang dimotori libero senior Yayah Rodiah.

Di bagian putra, posisi teratas akan diperebutkan juara bertahan Tectona Bandung dan DPPB Jakarta. Tectona melenggang ke final dengan kemenangan atas Indomaret Sidoarjo, 3-0 (25-19, 25-23, 25-23). Adapun DPPB Jakarta tampil prima menumbangkan Yuso yang kembali diperkuat mantan spiker terbaik nasional Andri Widiatmoko, 3-1 (25-18, 25-18, 17-25, 25-18)

Tim putra Jasa Marga DKI dan tim putri Perkasa Blitar dipastikan terdegradasi karena menempati juru kunci dari sembilan tim yang berlaga. Posisi mereka akan digantikan dua tim teratas putra dan putri pada Kejuaraan Nasional Antar Klub 2006 lalu sehingga Livoli 2007 akan diikuti masing-masing 10 klub putra dan putri.

Sumber :